Internalization of Islamic Values for Students with Special Needs in Special School Education Institutions (SLB)

  • Arif Wahyudi STAI Muhammadiyah Tulungagung
  • Miftachul Huda Universiti Teknologi Malaysia

Abstract

This research is based on the assumption that the need to internalize Islamic religious education is more effective in knowing how much students absorb in learning Islamic religious education. Internalization of Islamic education can be used as a reference as a better learning process. The purpose of this study was to describe the concepts, constraints and solutions to the internalization of Islamic religious education for children with special needs at the Extraordinary Middle School Kemala Bhayangkari, Trenggalek, East Java, Indonesia. The research method uses a qualitative approach. Data collection is done using observation, interview and documentation techniques. Check the validity of the data with confirmation techniques and peer discussions. Data analysis using interactive analysis, namely conceptualization, categorization, then reduced, the presentation of the data then held conclusions. The results of the study: 1) The concept of internalization starts from learning planning tailored to the conditions of students so that they can receive the planting of religious values ​​well. 2) Constraints on internalizing Islamic values ​​for students with special needs, namely the difficulty of the teacher in determining indicators of student success in absorbing the material that has been taught, lack of teacher knowledge about the nature of students with special needs (in this case mental retardation) and the psychology of child development in general, not yet available and supporting infrastructure to the fullest. 3) Solution to the internalization of Islamic values ​​for children with special needs: Islamic religious education teachers to always improve the quality of learning and teaching experience consciously and independently through the MGMP forum and also with efforts by the leadership of institutions that always encourage teachers to improve quality of teacher resources by including in trainings or seminars, workshops, FGD (forum group discussions), etc. relating to children with special needs (mental retardation).


Penelitian ini didasarkan pada anggapan perlunya internalisasi pendidikan agama Islam yang lebih efektif untuk mengetahui seberapa besar penyerapan siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Internalisasi Pendidikan agama Islam dapat dijadikan acuan sebagai proses pembelajaran yang lebih baik lagi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konsep, kendala dan solusi internalisasi pendidikan agama Islam anak berkebutuhan khusus di Sekolah Menengah Pertama  Luar Biasa Kemala Bhayangkari, Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dengan teknik konfirmasi dan diskusi teman sejawat. Analisis data menggunakan analisis interaktif yaitu konseptualisasi, kategorisasi, kemudian direduksi, penyajian data selanjutnya diadakan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: 1) Konsep internalisasi dimulai dari perencanaan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi siswa agar mereka dapat menerima dengan baik penanaman nilai religius. 2) Kendala internalisasi nilai Islami bagi siswa berkebutuhan khusus yaitu kesulitan guru dalam menentukan indikator keberhasilan siswa dalam menyerap materi yang telah diajarkan, minimnya pengetahuan guru tentang hakekat siswa berkebutuhan khusus (dalam hal ini tunagrahita) dan tentang psikologi perkembangan anak secara umum, belum tersedia sarana dan prasarana pendukung secara maksimal.  3) Solusi internalisasi nilai Islami bagi anak berkebutuhan khusus: guru pendidikan agama Islam agar selalu meningkatkan kualitas belajar dan pengalaman mengajar secara sadar dan mandiri melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan juga dengan upaya oleh pimpinan lembaga yang selalu mendorong para guru untuk meningkatkan kualitas sumber daya guru dengan mengikut sertakan dalam pelatihan-pelatihan atau seminar, workshop, FGD (forum group discussion), dll yang berkaitan dengan anak berkebutuhan khusus (tunagrahita).

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Tedi Priatna, Ireaktualisasi Paradigma Pendidikan Islam : Ikhtiar Mewujudkan Pendidikan Bernilai Ilahiah dan Insaniah Di Indonesia, Bandung : Pustaka Quraisy, 2004.
[2] Slamet Suyanto. Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Hikayat Publishing, 2005.
[3] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1989.
[4] Muhaimin, Strategi Belajar Mengajar, Surabaya: Citra Media, 1996.
[5] Muhaimin, Nuasa Baru Pendidikan Islam: Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006.
[6] Mulyono Abdurrahman, Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, 1999.
[7] Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemah, Semarang: CV Asy-Syifa’,1998.
[8] As’aril Muhajir, Ilmu Pendidikan Perspektif Konstektual, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.
[9] Abdul Hadis, Pendidikan Anak Berkebutuhan Kusus Autis, Bandung: Alfabeta, 2006.
[10] Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana, 2006.
[11] Ikhwan, A. (2013). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Malang: Insan Cita Press dan STAIM Tulungagung. Retrieved from https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0,5&cluster=10168247928958272298
[12] Ikhwan, A. (2017a). Development Of Quality Management Islamic Education In Islamic Boarding School (Case Study Madrasah Aliyah Ash Sholihin). Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 1(1), 117. Retrieved from http://alhayat.or.id/index.php/alhayat/article/view/7
[13] Ikhwan, A. (2017b). Kajian Sosio-Historis Pendidikan Islam Indonesia Era Reformasi. Edukasi: Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 17. Retrieved from http://ejournal.staim-tulungagung.ac.id/index.php/EDUKASI/article/view/268
[14] Ikhwan, A. (2018a). Filsafat Pendidikan Islam: Memahami Prinsip Dasar. Yogyakarta: Diandra Kreatif.
[15] Ikhwan, A. (2018b). Sistem Kepemimpinan Islami Instrumen Inti Pengambil Keputusan pada Lembaga Pendidikan Islam. Istawa: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 111–154. https://doi.org/10.24269/ijpi.v3i2.1503
[16] Hidayati, N. (2011). Dukungan Sosial bagi Keluarga Anak Berkebutuhan Khusus, 13(01), 12–20.
[17] Nugroho, H., & Marantika, N. (2019). Perencanaan komunikasi pendidikan karakter bagi anak berkebutuhan khusus sekolah dasar muhammadiyah kota madiun. SAHAFA: Journal of Islamic Comunication, 1(2), 157–170.
[18] Umar Sidiq, L. I. (2018). Inclusive Curriculum Education Modification Management (Case Study at Ponorogo National Immersion Primary School). Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 02(02), 1–11.
Published
2019-06-29
How to Cite
WAHYUDI, Arif; HUDA, Miftachul. Internalization of Islamic Values for Students with Special Needs in Special School Education Institutions (SLB). AL-HAYAT: Journal of Islamic Education, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 90-97, june 2019. ISSN 2599-3046. Available at: <https://alhayat.or.id/index.php/alhayat/article/view/55>. Date accessed: 19 aug. 2019. doi: https://doi.org/10.35723/ajie.v3i1.55.