Character Education Based on Gender Justice in The Islamic Perspective

  • Suriadi Samsuri Institut Agama Islam Sultan Muhammad Sayafiuddin Sambas
  • Mursidin . Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas Kalimantan Barat
  • Mujahidin . Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas Kalimantan Barat

Abstract

Character educators are educated to form a person's personality through high education of character, which results in the back of someone's reality, namely good behavior, honesty, responsibility, respect for others, hard work, and so on. Gender differences are not really a problem as long as they do not give birth to discrimination. But in reality gender differences have given birth to various injustices, especially to women. Teachers who are held during this time are considered to be still many who are gender biased. These halghter can be found in the subject matter and in the treatment of female students in certain schools. From a material perspective, it can be seen in several book packages on student subjects, in which there is often a treatment that may not be accepted or has led to gender discrimination.

Pendidik karakter dididik untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan karakter yang tinggi, yang menghasilkan di belakang realitas seseorang, yaitu perilaku yang baik, kejujuran, tanggung jawab, rasa hormat terhadap orang lain, kerja keras, dan sebagainya. Perbedaan gender bukan masalah asalkan tidak melahirkan diskriminasi. Namun dalam kenyataannya, perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan, terutama bagi perempuan. Guru yang dipegang selama ini dianggap masih banyak yang bias gender. Halter ini dapat ditemukan dalam materi pelajaran dan perlakuan terhadap siswa perempuan di masing-masing sekolah. Dari perspektif fisik, dapat dilihat dalam beberapa paket buku tentang mata pelajaran siswa, di mana sering ada perlakuan yang mungkin tidak diterima atau mengarah pada diskriminasi gender.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Amina Wadud Muhsin, Wanita Dalam Al Qur’an, diterjemahkan oleh Yaziar Radianti, Bandung: Pustaka, 1994.
[2] Anees, Bambang Q, Adang Hambali, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an, Bandung: Simbios Rekatama Media, 2008.
[3] Bashori, Khoiruddin, Menata Ulang Pendidikan Karakter Bangsa, http://www. mediaindonesia.com, diunduh tanggal 20 Maret 2010.
[4] Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjemahnya, Surabaya: Al Hidayah,1971.
[5] Ikhwan, Afiful. 2016. Manajemen pengembangan kurikulum Keaswajaan dan Kemuhammadiyahan dalam Pembentukan karakter: Studi Multikasus di Sekolah Tinggi Agama Islam Diponegoro dan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung. Malang: Disertasi Pascasarjana MPI UIN Malang.
[6] Ikhwan, Afiful. Perguruan Tinggi Islam dan Integrasi Keilmuan Islam: Sebuah Realitas Menghadapi Tantangan Masa Depan, Jurnal Ilmu Tarbiyah "At-Tajdid", Vol.5, No.2, Juli 2016, hlm. 159-187.
[7] Jalal, Faisal, Desain Induk Pembangunan Karakter Bangsa, Makalah dalam Rembuk Nasional yang diselenggarakan oleh Kedeputian Seswapres Bidang Politik bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung tanggal 1 Juni 2010, Universitas Pendidikan Indonesia.
[8] Koesoema, Doni, Pendidikan Karakter, Strategi Mendidik Anak di Zaman Global, Jakarta: Grasindo, 2007.
[9] M. Quraish Shihab, Tafsir Al Mishbâh: Pesan, Kesan dan Keserasian Al Qur’an, Jil. III , Jakarta: Lentera Hati, 2002.
[10] Musdah Mulia, Islam Menggugat Poligami, Jakarta: Citra Media, 2004.
[11] Muthali’in, Ahmad, Pendidikan Pun Bias Jender, http://izaskia.wordpress.com/2010/06/18/pendidikan-pun-bias-jender/ (diakses 3 September 2017).
[12] Nasaruddin Umar, Jurnal Pemikiran Islam Paramadina, Jakarta: Yayasan Paramadina, 2000.
[13] Qāsim Amīn, Tahrīr Al Mar’ah dalam Hamka Hasan, Tafsir Gender: Studi Perbandingan Antara Tokoh Indonesia dan Mesir Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI, 2009.
[14] Ridwan, Kekerasan Berbasis Gender, Yogyakarta: Fajar Pustaka, 2006.
[15] Tafsir, Ahmad, FilsafatghPendidikan Islami IntegrasigJasmani, Rohanighdan KalbughMemanusiakanghManusia, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2010.
Published
2018-12-17
How to Cite
SAMSURI, Suriadi; ., Mursidin; ., Mujahidin. Character Education Based on Gender Justice in The Islamic Perspective. AL-HAYAT, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 202-212, dec. 2018. ISSN 2599-3046. Available at: <http://alhayat.or.id/index.php/alhayat/article/view/26>. Date accessed: 22 may 2019.