Community Empowerment Model Based on Islamic Education Institutions

  • Muhammad Imam Hanif IAIN Salatiga
  • Zulfa Mutakin IAIN Salatiga

Abstract

The problem of community empowerment, especially among the middle class, is a critical issue for the government in achieving the success of the development. If in the early 1970s few social movements and government groups were actively concerned and capable of dealing with developmental issues, now the situation is much in tandem with the establishment of thousands of NGOs (non-governmental organisations). The emergence of one of the typologies of non-governmental organisations with the background of Islamic educational institutions involving Kiai and several santri as the backbone of the organisation became one of the forms of innovation of Islamic educational institutions which aimed to empower the community. One of the NGOs with Islamic education background is the Pesantren and Society Development Bureau (BPPM) Pesantren Maslakul Huda (PMH) Kajen Margoyoso Pati founded by Kiai M.A Sahal Mahfudh who is active in community empowerment action in the country.

Masalah pemberdayaan masyarakat terutama masyarakat kalangan menengah kebawah merupakan masalah yang sangat penting bagi pemerintah dalam mencapai keberhasilan pembangunan. Jika pada awal tahun 1970-an hanya sedikit gerakan sosial dan kelompok pemerintah yang secara aktif peduli dan mampu menangani masalah pembangunan, kini keadaan tersebut sudah jauh berbeda dengan berdirinya ribuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Munculnya salah satu tipologi LSM yang berlatar belakang lembaga pendidikan Islam dengan melibatkan Kiai serta sejumlah santri sebagai tulang punggung organisasi, menjadi salah satu bentuk inovasi lembaga pendidikan Islam yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Salah satu LSM yang berlatarbelakang lembaga pendidikan islam adalah Biro Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (BPPM) Pesantren Maslakul Huda (PMH) Kajen Margoyoso Pati, Jawa Tengah yang didirikan oleh Kiai M.A Sahal Mahfudh yang berkiprah dalam aksi pemberdayaan masyarakat di Tanah Air.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Arifi, Ahmad. (2010). Politik Pendidikan Islam. Yogyakarta: Teras.
[2] Azra, Azyumardi (1988). Esai-Esai Intelektual Muslim Pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
[3] Chirzin, M. Habib. (1995). Muhammadiyah dan Pemberdayaan Rakyat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
[4] Ife, Jim. (1997). Community Development, Creating Community Alternatives-Vision. Analysis and Practice. Melbourne: Addison Wesley Longman.
[5] Kartasasmita, Ginandjar. (1997). Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan yang Berkar pada Masyarakat. Yogyakarta: UPP AMP YKIN.
[6] Lord, John., & Hutchison, Peggy. (1993). The Process of Empowerment: Implications for Theory and Practice. Canadian Journal of Community Mental Health. 13 (1). 5-22. http://www.johnlord.net/web_documents/process_of_empowerment.pdf
[7] Perkins, Douglas D., & Zimmerman, Marc. (1995). A. Empowerment Theory, Research, and Application. American Journal of Community Psychology. 23 (5). 569-579. https://link.springer.com/article/10.1007/BF02506982
[8] R, Chambers. (1985). Rural development: putting the last first. London; New York; Longman.
[9] Tampubolon, Mangatas. (2001). Pendidikan Pola Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemberayaan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Sesuai Tuntutan Otonomi Daerah. Jurnal, 32. 665-687. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/130295-T%2027161-Partisipasi%20masyarakat pdf
[10] Zubaedi. 2013. Pengembangan Masyarakat: Wacana dan Praktik. Jakarta: Kencana
[11] Ikhwan, Afiful. Akreditasi Madrasah Aliyah (MA) Dalam Kebijakan Pendidikan Nasional, Edukasi: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 2, Nomor 2, November 2014.
[12] Ikhwan, Afiful. Kajian Sosio-Historis Pendidikan Islam Indonesia Era Reformasi, EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 5, Nomor 1, Juni 2017. e-ISSN:2307-3717.
[13] Afiful Ikhwan. (2017). Development Of Quality Management Islamic Education In Islamic Boarding School (Case Study Madrasah Aliyah Ash Sholihin). Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 01(01), 1–27.
[14] Fery Diantoro. (2018). Positioning Madrasah Dalam Penguatan Pendidikan Karakter (Perspektif Peraturan Presiden No. 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter). Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 02(01), 1–23. Retrieved from http://www.albayan.ae
[15] Ikhwan, A. (2018). Penerapan Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat dalam Perspektif Islam. Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 2(1), 1–16. Retrieved from http://alhayat.or.id/index.php/alhayat/article/view/19
[16] Istiqomah. (2018). Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Sebuah Ikhtiar Penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS bagi Pelajar. Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 02(01), 1–16.
[17] Munjin. (2017). Social Capital: Trust Building As A Strategy Of Developing Madrasa (A Case Study at Islamic Elementary School (MI) Istiqomah Sambas Purbalingga). Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 01(01), 1–32.
[18] Nursikin, M. (2018). Eksistensi Madrasah dan Sekolah Islam sebagai Lembaga Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional (Studi Kasus di MAN Yogyakarta III dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta). Istawa: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 27–58. https://doi.org/10.24269/ijpi.v3i1.1001
[19] Sulton. (2016). REALITAS PENDIDIKAN NILAI DI LINGKUNGAN KELUARGA, SEKOLAH DAN MASYARAKAT. Istawa: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 28–51. https://doi.org/10.24269/ijpi.v1i2.168
[20] Susanti, S. (2016). MEMBANGUN PERADABAN BANGSA DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER. Istawa: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 139–159. https://doi.org/10.24269/ijpi.v1i2.173
Published
2019-06-28
How to Cite
HANIF, Muhammad Imam; MUTAKIN, Zulfa. Community Empowerment Model Based on Islamic Education Institutions. AL-HAYAT: Journal of Islamic Education, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 82-89, june 2019. ISSN 2599-3046. Available at: <https://alhayat.or.id/index.php/alhayat/article/view/47>. Date accessed: 16 dec. 2019. doi: https://doi.org/10.35723/ajie.v3i1.47.